Renungan Kelana Sabda, Minggu 31 Desember 2023

Iman Sebagai Dasar Penyatuan Dengan Allah

Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
Kej. 15:1-6;21:1-3Mzm. 105:1b-2,3-4,5-6,8-9Ibr. 11:8,11-12,17-19Luk. 2:22-40 (Panjang) atau Luk 2: 22.39-40 (Singkat).
BcO Ef. 5:21-6:4
Warna Liturgi Putih

Salam dan damai sejeterah bagi kita semua, dan selamat natal serta selamat menyongsong tahun yang baru. Kita telah mendengar sabda Tuhan yang berbica soal iman Abrahan dalam bacaan pertama dan Paulus menegaskan mengenai iman Abraham. Dan juga dalam bacaan Injil kita mendengar dan menyaksikan iman seorang Simeon yang menantikan penghiburan atas israel.

Apa yang anda pahami mengenai iman? Iman pertama-tama sebagai sikap batin  terhadap Allah. Iman adalah sumber kebenaran dan Hidup. Iman lahir dari manusia yang dikaruniai dari Allah untuk menanggapi wahyu Allah. Iman melampaui keterbatasan pengetauhan kita. Iman melampaui ruang dan waktu. Imanlah yang dapat menyatukan kita dengan Allah. Hal ini dapat kita jumpai dalam bacaan pertama, dimana Abraham dengan imannya dapat berkomunikasi dengan Allah, karena Abaraham percaya bahwa dengan iman Allah akan semakin dekat dengan manusia. Semua itu lahir karena kita percaya akan kasih dan penyelenggaraan Allah.

Bagaimana dengan kita, apakah kita masih memiliki iman? Harapannya kita memiliki Iman. Sebab jika tidak, kita akan seperti orang yang tidak memiliki harapan. Lalu bagaimana iman itu kita hidupi dalam kehidupan kita sehari-hari? Pertama-tama kita harus percaya bahwa Allah akan selalu beserta kita dalam hidup ini. Modal kita adalah percaya atas semua kebaikan dan kasih-Nya. Di era sekarang orang sulit percaya akan penyelenggaraan Allah. Orang cepat rapuh jika dilandai berbagai masalah, dan orang cepat memutuskan tanpa mendengar suara Allah, padahal iman yang ditanamkan Allah dalam diri kita, agar kita dapat menanggapi Kasih Allah. Jadi iman dapat membantu kita untuk lebih setia terhadap Allah dan terhadap sesama kita.

Semoga dengan kelahiran Yesus Kristus, kita pun dilahirkan kembali dan diperbaharui iman kita, agar kita terus beriman kepada Allah yang telah memberi kita penyelamat. Semoga di tahun yang baru yang sedikit lagi kita alami ini, memberikan kita suatu kehidupan yang baik yang lebih dari tahun kemarin. Semoga harapan di tahun yang baru senantiasa terwujud dan tercapai. Semoga demikian. Amin (GD)

Pace e bene

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + fifteen =