Renungan Harian Kelana Sabda, Rabu 1 Juli 2020

Matius, 8:28-34

Ancaman: Orang Baik dan Benar

“Apa urusanMu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Inilah kata-kata yang keluar dari mulut dua orang yang kerasukan setan. Kalau orang-orang takut kepada dua orang ini berbeda dengan Yesus. Justru dua orang itu takut dengan kehadiran Yesus. Mereka takut karena mereka terancam dengan adanya Yesus. Kesadaran akan siapa itu Yesus, membuat mereka menawarkan sesuatu kepada Yesus. Dan kita melihat bahwa ada ciptaan lain yaitu babi harus dikorbankan demi keselamatan dua orang yang kerasukan setan itu.

Dalam kehidupan kita, kadang kita temukan dalam kehidupan kita ketika ada orang yang merasa tidak suka kalau ada orang baik dan orang benar. Sekarang kita masing-masing coba melihat diri kita. Saya yakin bahwa ada saat di mana kita hadir sebagai orang benar dan orang baik yang mana kehadiran kita menjadi ancaman bagi kehidupan orang lain yang mencintai kegelapan. Namun, saya yakin pula bahwa kita pernah mengalami keadaan di mana adanya orang lain kita rasakan sebagai ancaman karena kita mau tetap ada dalam keadaan kegelapan kita.

Untuk saat ini marilah kita mengoreksi diri kita. Kalau kita terganggu karena ada orang baik dan benar di sekitar kita, ini menandakan bahwa kita harus bertobat. Marilah menjadikan diri kita selalu tidak tenang ketika kebenaran dan kebaikan di dalam Allah belum menjadi milik kita. Pada saat yang sama, jika kehadiran kita membuat orang tidak tenang karena mereka tinggal dalam kegelapan, tetaplah berdiri sebagai terang karena dengan itu mereka yang tinggal dalam kegelapan dapat terbantu untuk menemukan kembali diri mereka.

Pace e bene,

Sdr. SSR OFM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 6 =