Renungan Harian kelana Sabda, Minggu paskah, 12 April 2020

Bacaan I : Kis. 10:34a,37-43.

Bacaan II : Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8

Bacaan Injil : Yoh. 20:1-9 atau Mat. 28:1-10 atau Luk. 24:13-35.

Paskah: Ada Pengharapan, Ada Sukacita, Ada Pewartaan. Halleluya…Kristus Telah Bangkit…

Seruan di atas merupakan suatu ungkapan khas dalam misteri paskah. Paskah merupakan perayaan yang sangat penting bagi umat kristen. Umat kristen percaya bahwa, Yesus setelah menderita sampai wafat di kayu salib, akan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Kebangkitan-Nya dari alam maut menunjukkan kepada umat-Nya bahwa diri-Nya sungguh Putera Allah. Bagi umat Kristiani, perayaan ini mau mengenangkan peristiwa yang paling sakral dalam kehidupan Yesus. Peristiwa paskah merupakan pembuktian janji Tuhan kepada manusia. Tuhan memberikan pengharapan kepada manusia akan kehidupan kekal melalui misteri kebangkitan Putera-Nya. Tentunya janji pengharapan akan kehidupan kekal, seharusnya diikuti dengan rasa sukacita yang mendalam. Pengharapan tersebut menjadi senjata untuk memperkokoh iman kristiani.

Bermula dari Maria Magdalena yang pergi ke kubur untuk memberi rempah-rempah, namun yang dijumpainya adalah kubur sudah terbuka. Harapan yang hampir pudar, perlahan-lahan timbul setelah melihat batu yang sudah terguling. Harapan tersebut bersamaan dengan sukacita yang besar untuk mewartakan kepada para rasul (Yoh 20: 2). Para rasul (yang diwakili Petrus dan Yohanes) berlari menunuju ke kubur. Dan pengalaman di kubur (Yoh 20: 3-10) membangkitkan kembali harapan mereka. Harapan yang disertai dengan sukacita. Dan sama seperti para Maria Magdalena, para murid pun dengan sukacita pergi mewartakan dan membagikan pengalaman mereka kepada yang lain.

Yesus mau mengajarkan kepada kita bahwa ada pengharapan baru di dalam Dia. Syaratnya adalah tanggapan kita untuk mau dituntun keluar dari kegelapan hidup dan berjalan menuju terangNya yang ajaib. Melalui pertobatan yang kita buat selama masa prapaskah dapat membantu kita mengalami kerahiman-Nya. Sederhana tapi penuh makna. Paskah: ada pengharapan, ada sukacita, ada pewartaan. Sikap para murid inilah yang perlunya kita rasakan dalam merayakan paskah. Harapan akan keselamatan yang diberikan Yesus kepada kita. Tentunya harapan tersebut disertai dengan rasa sukacita yang mendalam sehingga kabar sukacita ini senantiasa diwartakan. Mari kita pergi diliputi sukacita dan kegembiraan untuk mewartakan kabar sukacita bahwa Yesus Tuhan kita telah bangkit.

Halleluya…Kristus Telah Bangkit

Pace e Bene,

Sdr. Vincensius Laka, OFM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − 14 =