Renungan Hari Raya Paskah, Minggu 12 April 2020

RENUNGAN HARI RAYA PASKAH

MENCINTAI KEHIDUPAN DI TENGAH WABAH COVID-19

Selamat paskah saudara/iku yang terkasih

Pada waktu sekarang ini, kita semua tentu tidak asing lagi dengan kata Corona. Menghadapai pandemi Corona-Covid 19, ada berbagai anjuran dan himbauan serta aturan yang dminta agar semua masyarakat melaksanakannya. Kita mendengar kata-kata: Lockdown, karantina, sosial distancing, stay at home, menghindari kerumunan, rajinlah cuci tangan, berjemurlah di sinar matahari, pakailah masker, minumlah vitamin C dan E dan Rajinlah minum air hangat serta aturan lain. Semua hal ini, dianjurkan demi memberantas penyebaran virus corona ini.

Saudara/iku yang terkasih,

Ketika orang mengikuti anjuran ini, ada satu motivasi mendasar yang ada di sana. Mereka mengaikuti anjuran dan melakukan itu karena mereka mencintai kehidupan. Mereka mencintai kehidupan yang ada padanya tetapi juga yang ada pada diri sesama. Ada kesadaran bahwa hidup yang ada pada dirinya dan pada sesame adalah anugerah Allah. Kesadaran yang membantu orang untuk bertanggung jaawb atas hidupnya. Mereka mau merawat dan memelihara diri mereka. Mereka sadar bahwa kehidupan ini indah dan karena itu patutlah dirawat.

Saya yakin bahwa saudara-saudari ada dalam kelompok ini. Kelompok yang mengikuti anjuran pemerintah karena mencintai kehidupan yang ada padamu tetapi juga yang ada pada sesamamu. Sayang sekali bahwa ada orang yang melakukan anjuran dari pemerintah dengan motivasi yang negatif. Orang melakukan anjuran karena lebih pada rasa takut, yang pada akhirnya membawa orang pada kecemasan yang berlebihan.

Saudara/iku yang terkasih,

Dari pengalaman perjuangan orang-orang menghadapai virus corona ini, kita melihat suatu nilai yang cukup tinggi di sana. Orang-orang secara bersama menunjukkan bahwa kehidupan ini, patut dirawat, dijaga dan dipelihara. Sesuatu yang dalam keadaan normal kita tidak melihatnya sekarang amat jelas untuk kita. Sebagai contoh kecil. Ada yang mungkin tidak pernah cuci tangan,  sekarang mungkin10 kali sehari.

Saudara/iku yang terkasih,

Belajar dari krisis Corona dan perjuangan manusia untuk menghadapinya, saya mengajak kita untuk merenung bukan hanya kehidupan kita di dunia ini akan tetapi juga kehidupan kita setelah kematian. Kenyataannya kita lahir dan kita akan mati. Kenyataan lain adalah  kita akan mati dan kita akan bangkit untuk kehidupan kekal. Iman kita mengatakan bahwa selain ada kehidupan kekal ada juga kematian kekal. Hadirnya Corona, membuat manusia sungguh mencintai kehidupan yang ada padanya. Manusia mencintai kehidupan jasmaninya. Dalam perayaan paskah ini, Sekarang kita boleh bertanya sejauh mana nilai kehidupan kekal menjadi perhatian kita? Untuk melawan Corona kita telah berusaha mengikuti apa yang dituntut untuk mencintai kehidupan kita. Sekarang mari kita mengarahkan diri kita, kepada apa yang perlu untuk kehidupan kekal kita. Pada bagian ini perayaan paskah memberikan semua yang kita butuhkan untuk kehidupan kekal itu. Kalau menghadapi Corona, pemerintah mengeluarkan anjuran, himbauan dan aturan, dan kita melaksanakannya; untuk boleh menikmati kehidupan kekal jawabannya hanya satu; yaitu ada pada Yesus. Dan persis perayaan paskah yang kita rayakan menyatakan apa yang harus kita lakukan untuk kehidupan kekal kita itu. Kalau kita mencintai kehidupan kekal maka kita harus melakukan apa yang Yesus tunjukkan untuk kita:

  1. Ketika kita mau tahu cara memilih yang benar dalam kehidupan kita. Yesus menunjukkannya: di taman Getzemani Ia lebih memilih kehendak BapaNya daripada pikirannya sendiri
  2. Ketika kita mau tahu cara menghidupi kesetiaan dan ketaatan yang sejati, Yesus menunjukkannya dengan berjalan sampai akhir: melaksanakan kehendak Bapa, dengan mengatakan “sudah selesai”
  3. Ketika kita mau tahu cara kerendahan hati dalam melayani, Yesus menunjukkannya dengan teladan yang agung membasuhi kaki para muridNya
  4. Ketika kita mau tahu caranya berkorban, Yesus menunjukkanNya dengan jalan salibNya sampai ia dipaku dan ditikam di kayu salib.
  5. Ketika kita mau tahu, bagaimana beriman, berpengharapan dan berkasih dalam kehidupan kita, Salib Yesus menunjukkannya.

Saudaraku, kita boleh, pantas dan harus mencintai kehidupan kita di dunia ini, akan tetapi jangan lupa bahwa kematian tidak hanya di dunia ini. Di dunia sebarang ada juga kematian bahkan kematian kekal. Maka marilah kita mencintai kehidupan, tidak hanya kehidupan di dunia ini tetapi juga kehidupan kekal. Kita berdoa semoga Yesus yang bangkit memberikan kekuatan kepada kita dalam melawan segala hal yang mengancam kehidupan jasmani kita, termasuk virus corona yang sementara mewabah dan juga kita berdoa agar Yesus Yang bangkit membantu kita senantiasa kepada hal-hal yang memungkinkan kita kelak menikmati kehidupan kekal bersamaNya dalam kerajaanNya yang abadi. Alleluia

Pace e Bene,

Sdr. Soter Reyaan, OFM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − 5 =