Ibadat Penerimaan Jubah Pertobatan Bagi Calon Novis di Sanggar Samadi Santa Clara – Sentani

Acara penerimaan jubah pertobataan ke sembilan saudara  yaitu Sdr. Faustinus Gunawan Rumlus, Sdr. Hendrikus Ugipa, Sdr. Mario Yanwarin, Sdr. Odorikus Blido, Sdr. Stefanus Salu, Sdr. Patrisius Sintus Klau Siku, Sdr. Paskalis Dimas Hungan, Sdr. Rafael Yoko Febohoi, dan Sdr. Hieronimus Yomi Ondo Aban. Acara ini dilaksanakan di  Aula sedang Sanggar Samadi  Santa Clara-Sentani yang dipimpin oleh Minister Provinsi Sdr. Gabriel Ngga, OFM dan koor dari Saudara Muda- Fransiskus Duta Damai Papua. Acara ini dihadiri oleh para saudara dan saudari dari Gardianat St. Fransiskus Pendamai Jayapura, Gardianat St. Bonaventura Abe-Waena, Gardianat St. Antonius Sentani, Para suster DSY Fioreti Hawai, para suster KSFL Grecio Sentani, para suster Ursulin (OSU) Sentani, Para Orang/tua wali, sahabat, kenalan dari para calon novis.

Para Novis yang yang baru, foto bersama di Sanggar Samadi Santa Clara- Sentani

            Acara tersebut diawali dengan ibadat sabda. Dalam homili, Pater Minister Provinsi (Sdr. Gabriel Ngga, OFM) menegaskan bahwa masa Novisiat adalah masa pembentukan diri menjadi seorang Saudara Dina.  Oleh karena itu dituntut sikap penyerahan diri secara total dalam bimbingan magister.

            Kegiatan penerimaan jubah pertobataan tersebut berjalan dengan lancar penuh kesederhanaan dengan  mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan. Kegiatan semacam ini senantiasa dilakukan setiap tahun karena sudah menjadi agenda provinsi. Penerimaan jubah pertobatan ini mendatangkan sukacita besar karena ke sembilan saudara boleh bergabung dalam Ordo Fatrum Minorum (OFM) dan menjadi rahmat bagi persaudaraan. Oleh karena itu, proficiat untuk ke sembilan saudara, “selamat menjalani tahun Novisiat Tuhan senantiasa membimbing dan menyertai sampai akhir”.

            Akhir dari kegiatan tersebut, ditutup dengan makan malam bersama di ruang makan Sanggar Samadi Santa Clara, selanjutnya para saudara dan saudari kembali ke komunitas masing-masing.

Sdr. Matius Yerikho

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 3 =