Renungan Kelana Sabda, Jumat 24 November 2024

“Pembersihan dan Kepenuhan di Bait Allah”

Peringatan Wajib St. Andreas Dung Lac
1Mak. 4:36-37,52-59; MT 1Taw. 29:10,11abc,11d-a2a,12bcd; Luk. 19:45-48;
BcO Yeh. 28:1-19.
Warna Liturgi Merah

Para saudara dan saudariku yang terkasih…

Sinar matahari yang lembut menyinari Yerusalem, menerangi gerbang Bait Allah. Namun, keheningan tempat suci itu terganggu oleh keramaian dan kekacauan. Pedagang bertebaran, suara tawar-menawar, dan gelombang uang mengisi udara. Di tengah keheningan Bait Allah, terdengar langkah-langkah tegas, dan sosok yang penuh otoritas memasuki tempat itu.

Para saudara dan saudariku yang terkasih…

Yesus, Sang Guru yang penuh kasih, tidak bisa bertahan melihat kekacauan yang merajalela di rumah doa-Nya. Dengan tangan-Nya yang lembut namun teguh, Ia mulai mengusir para pedagang. Suara-Nya berkumandang, “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Firman-Nya seperti pedang yang menusuk ke dalam hati, mengingatkan mereka akan kekudusan tempat itu dan keperluan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan tulus. Tindakan Yesus bukan hanya pembersihan fisik, melainkan panggilan untuk pembersihan hati dan roh. Bait Allah yang suci tidak boleh dicemari oleh hawa nafsu dan keserakahan. Yesus ingin mengembalikan martabat dan tujuan sejati Bait Allah sebagai tempat doa dan kurban.

Para saudara dan saudariku yang terkasih…

Tiap-tiap hari, Yesus mengajar di dalam Bait Allah. Kehadiran-Nya menjadi sumber cahaya dan hikmat yang menarik hati rakyat. Namun, terkemuka dari bangsa Israel, yang seharusnya menjadi pemimpin rohani, malah merencanakan bagaimana mereka bisa membinasakan-Nya. Mereka tidak tahu bagaimana melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Para saudara dan saudariku yang terkasih…

Dalam keheningan Bait Allah yang kembali pulih dari kekacauan, kita diajak merenung. Apakah hati dan pikiran kita menjadi tempat yang layak bagi hadirat Tuhan? Adakah kita memperlakukan hidup ini sebagai rumah doa, tempat suci untuk bersatu dengan-Nya? Sebagai pengikut Kristus, marilah kita mengijinkan tindakan-Nya membersihkan hati kita, sehingga kita dapat mengalami kepenuhan dalam hadirat-Nya.

Pace e bene

Editor : Admin

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + three =