Renungan Harian Kelana Sabda, 22 Juli 2020

Pesta Sta. Maria Magdalena

Perjumpaan yang Berahmat: “Aku Telah Melihat Tuhan

          Hari ini Gereja universal merayakan Pesta Santa Maria Makdalena. Tentangnya dapat dikatakan bahwa ia berasal dari Magdala, dekat Danau Galilea. Kebanyakan penduduk setempat mengenal dia sebagai seorang wanita pendosa besar. Dapat dikatakan pula bahwa ia adalah seorang wanita yang cantik dan terkadang ia juga berbangga dengan keelokannya itu. Setelah ia mengalami perjumpaan dengan Yesus, hidupnya berubah dengan penyesalan yang sungguh-sungguh. Sebagai bukti penyesalan dan pertobatannya ia meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu yang amat mahal harganya. Baginya kasih Tuhan tiada tara dan tak dapat dibandingi dengan harga apa pun. Maria Makdalena adalah seorang yang pendosa besar namun perjumpaannya dengan Yesus membawanya pada suatu perubahan besar dalam hidupnya. Bahkan setelah mengalami pertobatan, ia kemudian menjadi salah seorang wanita yang amat setia menjadi pengikut Yesus bahkan sampai wafat pun ia ada di sana bersama Maria ibu Yesus tanpa memperdulikan resiko yang dapat terjadi atas hidupnya. Tidak hanya sampai di situ. Setelah Yesus dikubur, Maria Magdalenalah orang pertama yang pergi ke kubur Yesus hendak mengunjungi kubur Yesus.

          Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Seseorang yang mengalami kebaikan Tuhan dan memiliki pengalaman pribadi bersama Tuhan pasti mempunyai ‘gelora’ yang meluap-luap dalam hatinya untuk melakukan yang terbaik bagi Tuhan karena ia sangat mengasihi Tuhan dan sebagai respons atas apa yang telah diterimanya, sebab “Dosanya yang banyak itu telah diampuni,”  (Lukas 7:47a).  Bahkan Tuhan berfirman,  “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”  (Yesaya 1:18b). Pengalaman perjumpaan yang dialami oleh Maria Magdalena, membawanya keluar dari kenikmatan duniawi yang semakin menggiringnya pada jalan yang salah. Berkat niat dan tekat yang bulat dilakukan Maria Magdalena itu membuka mata banyak orang bahwa Putra Allah datang ke dunia hendak membebaskan orang tahanan, mengampuni orang berdosa, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, memberi makan yang lapar, dan sebagainya. Kehadiran Yesus tidak hanya untuk orang benar melainkan menyelamatkan orang dari kuasa dosa. Itulah misi utama Yesus.

          Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, seperti Maria Magdalena kita pun tak dapat menyangkal atau pun mau mengelabui keberdosaan kita. Bahwasanya kita sebagai manusia yang lemah sudah barang tentu yang namanya dosa, kita semua miliki. Namun tidak berarti bahwa kita hanya dapat membiarkan dosa itu terus menguasai hidup kita. Baiklah kita belajar dari Santa Maria Magdalena untuk datang kepada Yesus dan melakukan perbuatan kasih sebagaimana yang dilakukan Maria Magdalena dengan meminyaki kaki Yesus. Tidak harus kita berbuat persis yang dilakukan Maria Makdalena, tetapi yang mesti kita lakukan ialah berbuatlah yang terbaik kepada sesama dengan memberi apa yang kita miliki. Dengan demikian “Sejauh timur dari barat, sejauh itulah dibuang-Nya dosa pelanggaran kita” (Mzm 103:12) dan kita memperoleh rahmat yang melimpah karena perbuatan kasih kita. Amin.

Pace e bene,

Sdr. Hilarius Marian, OFM

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 12 =