Renungan Harian Kelana Sabda, Minggu 4 Februari 2024

Popularitas atau Pelayanan

Ayb. 7:1-4,6-7Mzm. 147:1-2,3-4,5-61Kor. 9:16-19,22-23Mrk. 1:29-39. BcO Kej 39:1-23.
Warna Liturgi Hijau

Catatan Markus lebih lanjut mempertegas fakta ketenaran Yesus. Di kala Yesus bertandang ke rumah Simon dan Andreas di Kapernaum dan menyembuhkan ibu mertua Simon dari sakit demamnya, “Berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu”. Halaman di muka rumah Simon dipenuhi massa. Mereka datang membawa semua orang yang menderita sakit dan kerasukan setan dan semuanya disembuhkan oleh Yesus.

Namun rupanya Yesus tak mau “terjebak” dalam ketenaran. Ia tidak terbuai oleh euforia sanjungan dan popularitas. Di lain sisi, Ia tak mau orang banyak salah persepsi, keliru dalam memandang diri-Nya. Ia tak mau orang hanya melihat diri-Nya sebagai seorang tabib, dokter, atau dukun. Lebih jauh, Ia mau agar orang harus tahu bahwa kehadiran diri-Nya dan perbuatan baik apa pun yang Ia lakukan sesungguhnya harus diletakkan dan dipahami dalam bingkai perkataan di awal pewartaan-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.

Ada orang memang sengaja mencari popularitas, karena pekerjaan dan kariernya sangat berkaitan, bahkan bergantung pada popularitas. Ada orang sangat menyukai dan mencintai popularitas. Sepertinya ia menikmati dan berbahagia dengan popularitas. Ada yang menggapai popularitas karena bakat, talenta, ilmu, karya dan prestasi yang ditorehkannya. Ada juga yang mencari popularitas dengan melakukan hal-hal yang sangat aneh, konyol, bahkan ekstrem.

Seorang bijak berpesan, “Mendewakan dan memburu popularitas bagaikan semut yang terpukau saat melihat genangan madu”. Mengikutinya, Lee Kuan Yew berkata, “Aku tak pernah terlalu mempedulikan atau terobsesi dengan polling popularitas atau polling opini. Kupikir pemimpin yang mempedulikan hal semacam itu adalah pemimpin yang lemah. Jika kau masih mengkhawatirkan apakah ratingmu naik atau turun, maka kau bukanlah pemimpin. Kau hanya menunggang angin, pergi ke mana pun ia membawa. Dan aku berada di sini bukan untuk itu”. (GR)

Pace e Bene

 

 

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × one =