PERAYAAN SYUKUR PROFESI MERIAH DAN PESTA PERAK 25 TAHUN HIDUP MEMBIARA

Perayaan  profesi meriah merupakan puncak dari ketegasan pribadi seorang Biarawan atau Biarawati yang mengambil keputusan untuk mengikrarkan janji suci secara publik kepada Allah dan berbakti kepada Gereja sesuai dengan spritualitas yang dihayati. Janji suci tersebut adalah kaul-kaul yang diikrarkan. Sedangkan pesta 25 tahun hidup membiara merupakan ungkapan syukur atas rahmat kesetiaan yang diberikan Allah di dalam panggilan hidup religius.

Maka, pada hari Selasa,  21 September 2021, tepatnya pesta St. Matius Rasul, keenam Saudara  (Sdr. Agustinus Ampur, Ofm, Sdr. Ignasius Yosep Silubun, Ofm, Sdr. Benyamin Tanang, Ofm, Sdr. Ronaldus Jemai, Ofm, Sdr. Stefanus Noverto, Ofm, dan Sdr. Matius Yerikho, Ofm )  melaksanakan profesi meriah dan kedua saudara (Sdr. Elias Logo, Ofm dan Sdr Tarsisius Lengari, Ofm) merayakan pesta perak 25 tahun hidup membiara di Sanggar Samadi Santa Clara-Sentani.

 

Perayaan syukur profesi meriah dan pesta perak hidup membiara ini, diawali dengan perayaan ekaristi secara live sreaming yang dipimpin oleh Sdr. Konstantinus Bahang, Ofm (Selaku perwakilan Misniter Provinsi Duta Damai-Papua) dan kedua konselebran Sdr. Tarsisius Lengari, Ofm (Magister Novis-Novisiat Laverna Sentani) dan Sdr. Norbertus Broery Renyaan, Ofm (Pastor paroki Sang Penebus Sentani) dan dihadiri secara intern Saudara-saudara Dina yang ada di sekitar wilayah Jayapura, juga beberapa suster KSFL. Perayaan syukur ini dimeriahkan  oleh paduan suara dari Saudara-saudara Muda Fransiskan serta di bantu oleh tim multimedia dari OMK paroki Sang Penebus Sentani dan  fotografer dari anggota tim SKPKC-Fransiskan Papua.

Dalam khotbah  Sdr. Konstantinus Bahang, Ofm menegaskan  bertepatan dengan pesta St. Matius Rasul diharapkan para Saudara Dina belajar dari teladan Santo tersebut bahwa “Dia adalah seorang pemungut cukai dan orang berdosa yang tidak  mengenal Allah tetapi  dipakai Allah untuk mewartakan Injil” Karena itu Allah sendiri mempunyai rencana dan kehendaknya bagi setiap pribadi untuk memperlihatkan kemulian-Nya. Untuk itu setiap Saudara dalam persaudaraan ini (Persaudaraan Fransiskan Duta Damai-Papua) merupakan cara Allah memanggil dan memakai untuk memperkuat hidup persaudaraan tetapi juga demi pewartaan Kerajaan Allah. Kemudian, ia melanjutkan pula pada sambutannya “bahwa keenam saudara yang telah berprofesi meriah pada hari ini telah   menambah anggota Persaudaraan Fransiskus Duta Damai-Papua” Hal ini menjadi berkat dan rahmat dalam hidup persaudaraan.

Perayaan syukur ini diakhiri dengan sambutan-sambutan singkat dari setiap perwakilan. Pertama, dari pestawan profesi meriah yang diwakili oleh Sdr. Ronaldus Jemai, Ofm dengan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak  yang telah terlibat dalam perayaan ini. Kedua,  sambutan  dari salah satu saudara yang berpesta perak 25 tahun hidup membiara yang diwakili oleh Sdr. Tarsisius Lengari Ofm,  ia juga menyampaikan ucapan-ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung terselenggaranya acara ini.

Kemudian, yang terakhir  sambutan dari Sdr. Konstantinus Bahang, Ofm. Ia mengawali sambutannya dengan menyampaikan proficiat untuk keenam Saudara dan membacakan  moto dari masing-masing keenam Saudara tersebut, Pertama, Sdr. Agustinus Ampur, Ofm (“…Aku tidak akan melupakan Engkau” , Yes.49:15). Kedua, Sdr. Benyamin Tanang, Ofm (“Bertolaklah Ketempat Yang Dalam”, Luk.5:4). Ketiga, Sdr. Ronaldus Jemai, Ofm (“Ini Aku, untuslah aku”, Yes. 6:8). Keempat, Sdr. Stefanus Noverto, Ofm (“…Allah adalah kasih”, 1Yoh. 4:8). Kelima, Sdr. Ignasius Yosep Silubun, Ofm (“Ya Allah, Kasihanilah aku orang berdosa ini”, Luk. 18:13). Dan yang Keenam, Sdr. Matius Yerikho, Ofm (“biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohan”, 1 Ptr. 2:5a). Ia juga menegaskan semoga keenam saudara tetap setia hingga akhir. Acara syukur profesi meriah dan pesta 25 tahun membiara diakhiri dengan makan bersama.

Perayaan syukur profesi meriah dan pesta perak 25 tahun hidup membiara merupakan acara persaudaran yang sudah ditetapkan setiap tahunnya. Namun juga disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Semoga dengan terselenggaranya acara ini semakin memperkuat anggota Persaudaraan Fransiskan Duta Damai-Papua, dengan bertambahnya keenam saudara. Proficiat kepada keenam Saudara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 4 =