Ibadat Penerimaan Novis di Kapela Sta. Clara Sentani

Pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026, keluarga besar Ordo Fratrum Minorum (OFM) di Kapela Sta. Clara  Sentani mengadakan Ibadat Penerimaan Jubah Percobaan bagi lima saudara yang memulai langkah baru dalam perjalanan panggilan mereka. Kelima saudara tersebut adalah Sdr. Marianus Barthez Sumeju, Sdr. Marianus Riandi Bria Klau, Sdr. Frengki Jigalin, Sdr. Egenius Y. Ningmabin, dan Sdr. Akius Kurisi.

Ibadat yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh syukur ini dipimpin langsung oleh Minister Provinsi, Sdr. Aloysius Gonsaga Rusmadji, OFM, didampingi oleh Sdr. Wllhelmus lreneus Gonsalit Saur, OFM sebagai Magister Novis dan Sdr. Dominggus Kaki, OFM sebagai Guardian. Dalam perayaan tersebut, kelima calon secara resmi menerima jubah percobaan sebagai tanda dimulainya masa pembinaan awal dalam kehidupan Fransiskan. Momen ini bukan sekadar pergantian pakaian, tetapi merupakan lambang kesiapsediaan mereka untuk menapaki jalan Injil menurut semangat Santo Fransiskus dari Assisi.

Dalam khotbahnya, Minister Provinsi mengajak seluruh umat yang hadir untuk memahami makna terdalam dari masa pembinaan ini dengan mengacu pada Kanon 646 Kitab Hukum Kanonik “Hidup dalam tarekat dimulai dalam novisiat. Tujuannya ialah agar para novis lebih memahami panggilan ilahi, khususnya yang khas dari tarekat yang bersangkutan, mengalami cara hidup tarekat, serta membentuk budi dan hati dengan semangatnya, dan agar terbuktilah niat serta kecakapan mereka”. Beliau menjelaskan bahwa kehidupan religius dimulai dalam novisiat, yaitu masa pembentukan yang bertujuan agar para calon semakin mengenal panggilan Allah, menghayati semangat khas tarekat, mengalami hidup persaudaraan, serta membentuk hati dan budi menurut semangat Injil dan warisan Santo Fransiskus. Masa ini juga menjadi kesempatan bagi para calon maupun tarekat untuk bersama-sama menegaskan panggilan yang telah dipercayakan Tuhan.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa menerima jubah bukan berarti seseorang telah mencapai tujuan akhir, melainkan baru memulai perjalanan sebagai murid Kristus dalam keluarga Fransiskan. Karena itu, para calon diajak untuk membangun hidup doa yang tekun, mengembangkan semangat persaudaraan, menghayati kesederhanaan, rendah hati dalam pelayanan, serta setia menjalani setiap proses pembinaan. Sebagaimana Santo Fransiskus terus bertobat sepanjang hidupnya, demikian pula setiap saudara dipanggil untuk terus dibentuk oleh Tuhan setiap hari.

Ibadat penerimaan ini menjadi ungkapan syukur atas karya rahmat Allah yang terus memanggil kaum muda untuk mengikuti Kristus dalam hidup religius Fransiskan. Semoga kelima saudara yang telah menerima jubah percobaan senantiasa diberi ketekunan, kebijaksanaan, dan sukacita dalam menjalani masa pembinaan, sehingga kelak mampu menjadi Saudara Dina yang setia menghidupi Injil, mencintai Gereja, serta menghadirkan damai dan kebaikan bagi semua orang, sesuai dengan semangat Santo Fransiskus dari Assisi.

Penulis : Admin

Editor : Admin

Previous Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + sixteen =