Renungan Harina Kelana Sabda, 24 Mei 2020

Yoh 17:1-11a

Supaya Engkau bisa Menceritakan kepada Anak Cucumu

Saudara dan saudari sekalian. Hari ini kita memasuki hari Minggu Paskah VII. Dan pada hari ini juga kita merayakan Hari Minggu Komunikasi Sedunia. Hari Minggu Komunikasi Sedunia sudah kita rayakan setiap tahun, tepat pada hari Minggu di antara Hari Raya Kenaikan dan Hari Raya Pentakosta yang mana jatuh pada tanggal 24 Mei 2020. Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sedunia tahun 2020 ini, mengambil tema dari Kitab Keluaran 10:2 yang berbunyi: “Supaya engkau bisa menceritakan kepada anak cucumu”. Bapa Paus Fransiskus mengangkat tema ini karena ia yakin bahwa hal ini masih sangat relevan. Kita juga perlu membuat suatu kebenaran yang terkandung dalam cerita-cerita yang bagus menjadi milik kita. Cerita-cerita itu perlu membangun bukan meruntuhkan, supaya cerita-cerita itu membantu kita untuk menemukan kembali akar-akar dan kekuatan untuk maju bersama.

Injil hari ini menceritakan bagaimana Yesus berdoa kepada Bapa-Nya. Dalam kisah Injil ini, Yesus tidak berdoa untuk kemuliaan-Nya semata, namun Ia berdoa kepada Bapa bagi semua murid-Nya. Keistimewaan dari Yesus adalah Ia tidak berdoa untuk kepentingan diri-Nya sendiri melainkan Ia berdoa juga untuk para murid-Nya dan tentu juga untuk kita semua. Sikap Yesus inilah yang perlua kita contohi. Karena kadangkala kita lebih condong untuk berdoa kepada diri kita sendiri sedangkan orang lain seringkali diabaikan. Perlu kita sadari bahwa saling mendoakan orang lain entah itu musuh atau orang yang meminta doa dari kita itu adalah hal yang amat mulia. Dengan mendoakan orang lain atau musuh, itu sudah menunjukkan sikap kepedulian kita terhadap sesama kita. Semoga kita semua belajar dari sikap Yesus dalam bacaan Injil hari ini, supaya sikap kepedualian kita terhadap sesama semakin diteguhkan oleh Allah melalui doa-doa kita. Dan juga tidak lupa bahwa semoga pesan Bapa Suci Paus Fransiskus tentang Hari Komunikasi Sedunia yang ke-54 ini, membantu kita untuk terus melestarikan budaya cerita kita kepada anak cucu kita. Semoga demikian. Amin.

Pace e bene,

Sdr. Fred Berek, OFM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four − four =