Renungan Harian Kelana Sabda, Kamis 21 Mei 2020

Hari Raya Kenaikan Tuhan

Menjadi Saksi Kristus

Saat para purid mendengar janji Yesus, bahwa mereka akan dibabtis dengan Roh Kudus, mungkin bagi mereka belum jelaslah semuanya. Namun untuk kita, ketika mendengar kata-kata ini, bukanlah sesuatu yang membuat kita bertanya-tanya. Untuk kita, kata-kata Yesus ini amat jelas. Kita semua telah dibabtis dan apa yang dijanjikan Yesus kepada para murid kita telah meneriamnya. Babtisan dengan Roh Kudus sudah kita terima saat kita dibabtis.

Apa yang dibicarakan Yesus pada waktu sebelum naik ke surga tidak hanya sampai pada akan dibabtis dengan Roh Kudus. Ada hal yang lain lagi yang dibicarakan Yesus. Hal itu adalah supaya para murid menjadi saksiNya. Ketika kita dibabtis dengan Roh Kudus, dengan itu tidak semuanya langsung selesai. Justru babtisan membuat kita Bersatu dengan Kristus dan dengan itu kita Bersatu dengan visi-misinya. Dalam bahasa lain, kita siap untuk menjadi saksinya. Dan ketika berbicara tenatng saksiNya, Yesus tidak meminta para murid untuk hanya di satu tempat. Ia meminta agar menjadi saksi sampai ke seluruh dunia. Artinya sebagai pengikut Kristus, dengan demikian menjadi saksinya tidak bisa kita menjadikan diri kita tertutup hanya untuk orang, suku, golongan tertentu. Keberadaan kita sebagai saksi haruslah adalah keberadaan untuk semua orang.

Sayang sekali bahwa di dalam kehidupan kita sebagai saksiNya, tak jarang ada orang yang tidak sungguh menjadi saksiNya. Kita bisa melihat orang seperti itu ada di sekitar kita dan mungkin malahan kita sendiri. Terhadap orang yang belum sungguh menjadi saksiNya, apa yang dibuat Paulus hari ini melalui suratnya adalah  dapat menjadi teladan untuk kita. Paulus berdoa agar, umat diberi hikmat dan wahyu untuk mengenal Yesus dengan benar. Bagi Paulus, mengenal Yesus dengan benar adalah amat penting karena pengenalan yang benar ini akan membuka mata hati orang untuk mampu melihat pengharapan yang terkandung di dalam panggilan Allah.  Untuk kita, apakah kita pernah berdoa dengan nada yang sama seperti Paulus. Berdoa agar seorang sungguh mengenal Yeus dengan benar sehingga hidupnya dapat menjadi kesaksian untuk orang lain. Saya kira, mungkin yang biasa kita lakukan adalah bukanlah mendoakan! Yang seringkali kita lakukan adalah mencemoo, mengejek bahkan kadang menghina, sehingga orang lain justru tidak terbantu dalam keadaan kesesatannya. Hari ini, kita diajak untuk berdiri seperti Paulus, marilah berdoa untuk siapa saja, yang kita kenal, yang kelihatannya tidak sungguh menjadi saksiNya, kita berdoa agar diberi hikmat dan wahyu sehingga ia sungguh mengenal Yesus dengan benar sehingga keadaan itu dapat mengubah hidupnnya menjadi seorang yang sungguh hidup dalam dan untuk Yesus.

Hari ini, ketika bermenung tetang menjadi saksiNya, ada pesan lain yang menguatkan kita dan haruslah ini yang senantiasa kita sadari. Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ia akan ada senantiasa berserta kita, kapan dan dimanapun. Semoga kesadaran akan hal ini, melenyapkan segala kekuatiran, keraguan dan ketakutan kita untuk hidup di dalam Dia dan untuk hidup Baginya sebagai saksiNya.

Pace e Bene,

Sdr. SSR, OFM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − six =