“Maria, Tanda Harapan dan Kemenangan Iman”
|
HARI RAYA
SP MARIA DIANGKAT KE SURGA |
|
| Why. 11:19a; 12:1,3-6a,10ab; Mzm. 45:10c-12,16; 1Kor. 15:20-26; Luk. 1:39-56 BcO Ef. 1:16 – 2:10 atau Why. 12:1-17 |
|
| Warna Liturgi Putih | |
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari ini Gereja merayakan pesta Santa Perawan Maria yang diangkat ke surga, jiwa dan raganya. Maria adalah teladan iman yang murni, yang percaya sepenuhnya pada janji Allah dan membiarkan diri-Nya dibentuk oleh rencana keselamatan-Nya. Perayaan ini mengingatkan kita bahwa hidup setia kepada Tuhan tidak berakhir pada kematian, tetapi menuju kemuliaan abadi bersama-Nya. Kita diajak untuk menimba semangat iman Maria, agar perjalanan hidup kita pun berujung pada sukacita kekal di surga.
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus
Ketiga bacaan hari ini menyingkapkan rahasia kemenangan Allah atas kuasa maut. Dalam bacaan pertama, Maria digambarkan sebagai “perempuan berselubungkan matahari” — tanda kemenangan dan kemuliaan. Ia menghadapi ancaman, namun Allah melindunginya dan mengangkatnya kepada-Nya. Bacaan kedua menegaskan bahwa kebangkitan dan kemenangan atas maut datang melalui Kristus. Sebagaimana Kristus bangkit, Maria pun diangkat ke surga, menjadi buah pertama dari janji kebangkitan yang akan kita terima.
Injil hari ini menunjukkan kerendahan hati dan iman Maria. Ia tidak memikirkan dirinya sendiri, melainkan segera pergi melayani Elisabet. Dalam nyanyian Magnificat, Maria memuji Allah yang meninggikan orang rendah dan memenuhi janji-Nya.
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus
Perayaan Maria Diangkat ke Surga mengajak kita melihat akhir hidup bukan dengan takut, melainkan dengan pengharapan. Maria adalah bukti nyata bahwa Allah setia pada janji-Nya: siapa yang hidup dalam iman dan kerendahan hati akan menerima kemuliaan abadi. Mari kita meneladani Maria : percaya penuh pada Tuhan, setia dalam pelayanan, dan rendah hati dalam setiap langkah hidup kita. Tentunya juga Maria sebagai ibu Tuhan kita, yang senantiasa memperlihatkan iman yang sempurna, mengajak kita mempersembahkan hidup dengan kerendahan hati. Semoga Tuhan Memberkati kita. Amin.
