“Masuk Melalui Pintu yang Sesak”

Hari Minggu Biasa XXI
Yes. 66:18-21Mzm. 117:1,2 Ibr. 12:5-7,11-13Luk. 13:22-30
BcO Ef. 4:17-24
Warna Liturgi Hijau

Saudara-saudari terkasih,

Pada Minggu Biasa ke-21 ini kita diajak bersyukur atas karya keselamatan Tuhan yang terbuka bagi semua bangsa. Perayaan Ekaristi hari ini menjadi undangan untuk merenungkan bagaimana kita menanggapi kasih Allah yang memanggil kita masuk ke dalam Kerajaan-Nya, serta kesiapan hati kita untuk berjuang menempuh jalan menuju keselamatan itu.

Saudara-saudari terkasih,

Bacaan pertama menunjukkan betapa luasnya karya keselamatan Allah. Ia mengumpulkan semua bangsa untuk melihat kemuliaan-Nya dan mengutus umat-Nya menjadi saksi di mana pun berada. Namun, bacaan kedua mengingatkan bahwa perjalanan menuju keselamatan tidak selalu mudah. Didikan Tuhan mungkin terasa berat, tetapi seperti seorang ayah yang mendidik anaknya, semua itu bertujuan agar kita menghasilkan buah kebenaran dan damai. Injil hari ini menegaskan pentingnya “berjuang masuk melalui pintu yang sesak”. Keselamatan tidak diperoleh hanya karena kedekatan lahiriah dengan Tuhan, tetapi melalui hidup yang sungguh selaras dengan kehendak-Nya. Kita diminta untuk waspada, tekun, dan tidak menunda pertobatan, karena pintu keselamatan suatu saat akan tertutup.

Saudara-saudari terkasih,

Mari kita menanggapi panggilan Allah dengan hati yang setia, menerima didikan-Nya dengan rendah hati, dan berjuang setiap hari untuk hidup benar. Semoga kita termasuk di antara mereka yang kelak duduk bersama di perjamuan Kerajaan Allah. Amin.

Pace e Bene

Previous Article
Next Article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × four =