Surat Persaudaraan Oktober-November 2021

Surat Persaudaraan Oktober-November 2021
Saudara-Saudara terkasih.
Salam Damai dan segala Kebaikan Tuhan bagi kita semua!
“Orang miskin akan selalu ada padamu” (Mrk. 14:7). Demikianlah judul Pesan Paus Fransiskus pada peringatan Hari Orang Miskin Sedunia yang ke-5 pada tanggal 14 November 2021. Paus Fransiskus akan memperingati Hari Orang Miskin seDunia itu pada tanggal 12 November, dua hari sebelum hari H, dengan melakukan peziarahan ke Portiuncola di Gereja Basilica Santa Maria para Malaikat di Assisi. Di Assisi, Paus Fransiskus akan bertemu dengan 500 orang miskin yang datang dari berbagai belahan Eropa, berbicara dan mendengarkan mereka. Minister General, Sdr. Massimo Fusarelli OFM juga akan hadir pada peristiwa ini mewakili kita semua, para Saudara Dina seluruh dunia.
Dalam Suratnya kepada semua Saudara Dina tentang Hari Orang Miskin Sedunia, Minister General meminta semua Saudara seOrdo yang tersebar di berbagai benua dan pulau untuk meluangkan waktu selama bulan November untuk melakukan perjumpaan nyata dengan orang-orang miskin. Dilakukan bersama sebagai persaudaraan, paling tidak berdua-dua (lih Luk 10:1), kehadiran yang sederhana, kedekatan dengan mereka, pelayanan salah satu dari mereka, mengetuk pintu mereka, sebagaimana Bapa Suci dalam pesannya pada Hari Orang Miskin Sedunia 2021 berikut ini:
“Saya mengharapkan agar perayaan Hari Orang Miskin Sedunia, yang sekarang memasuki tahun kelima, akan tumbuh di Gereja-Gereja lokal kita dan mengilhami gerakan penginjilan yang bertemu secara pribadi dengan orang miskin di mana pun mereka berada. Kita tidak bisa menunggu orang miskin mengetuk pintu kita; kita perlu segera menjangkau mereka di rumah mereka, di rumah sakit dan panti jompo, di jalan-jalan dan di sudut-sudut gelap tempat mereka terkadang bersembunyi, di tempat penampungan dan pusat penerimaan. Pentingnya memahami bagaimana perasaan mereka, apa yang sedang mereka alami, dan apa yang diinginkan hati mereka. Marilah kita jadikan permohonan kita yang tulus permohonan Pastor Primo Mazzolari: “Aku mohon kepadamu untuk tidak menanyakan kepadaku apakah ada orang miskin, siapa dan berapa banyak mereka, karena saya khawatir pertanyaan-pertanyaan itu mewakili gangguan atau dalih untuk menghindari seruan yang jelas kepada hati nurani kita… Aku tidak pernah menghitung orang miskin, karena mereka tidak dapat dihitung: orang miskin harus dipeluk, bukan dihitung” (“Adesso” no. 7 – 15 April 1949). Orang miskin hadir di tengah-tengah kita. Betapa injilnya jika kita dapat mengatakan dengan segenap kebenaran: kita juga miskin, karena hanya dengan cara ini kita benar-benar dapat mengenali mereka, menjadikan mereka bagian dari hidup kita dan sarana keselamatan kita”.
Jika Paus Fransiskus, kata Minister General dalam suratnya, memimpikan sebuah Gereja orang miskin, saya bermimpi bahwa dalam Persaudaraan universal kita, kita mungkin tahu bagaimana menemukan kembali dan bertemu sekali lagi wajah orang-orang miskin dan orang-orang kecil, dengan nama dan kondisi mereka yang berbeda. Saya percaya bahwa dari perjumpaan ini yang dialami melalui panggilan kita, kita saudara-saudara akan menerima rahmat khusus dan mampu memilih lagi untuk menjadi miskin, mempertimbangkan kembali hubungan kita dengan harta benda, dengan uang, dengan kekuasaan dan dengan kasih sayang kita. “Orang miskin adalah guru kita” (KonsUm 93§1): biarkanlah diri kita diinjili oleh mereka!

Minister General menyampaikan beberapa pertanyaan refleksi untuk direnungkan oleh semua saudara dina:
1. Sejauh mana saya menyadari bahwa bertemu dengan orang miskin adalah inti dari hidup saya sebagai saudara dina dalam mengikuti jejak Yesus, “Dia, sekalipun kaya melampaui segala-galanya, mau memilih kemiskinan di dunia ini, bersama bunda-Nya, perawan yang amat berbahagia” (2SurBerim 5)?
2. Berapa kali saya mengadakan pertemuan, berbagi pengalaman dengan orang miskin secara konkret? Apakah saya merasa bahwa ini telah “mengganggu” saya?
3. Apakah saya sering membela diri dengan berpikir bahwa berjumpa dengan orang-orang miskin, peduli pada mereka adalah dimensi yang lebih sosial dan kurang religius? Padahal menurut para Nabi dalam Kitab Suci, bukankah orang miskin adalah cermin di mana kita melihat apakah kita masih beriman?

Jayapura pada PW Santo Carolus Borromeus, 04 November 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 2 =