Surat Persaudaraan Juni-Juli 2021

Surat Persaudaraan Juni-Juli 2021
Para Saudara terkasih.
Salam Damai dan segala Kebaikan Tuhan bagi kita semua!
Pandemi Covid-19 belum juga usai. Masih terus merusak komunitas manusia, meninggalkan penderitaan yang tak terhitung. Keluarga, teman, dan saudara dalam Ordo telah merasakan dampak psikologis dan emosional yang timbul sebagai akibat dari menjaga jarak sosial, mengenakan masker pelindung, dan menahan diri untuk tidak mengungkapkan bentuk kasih sayang secara fisik, dstnya. Hilangnya pekerjaan dan mata pencaharian juga berdampak sangat negatif pada kehidupan miliaran orang di setiap wilayah di dunia. Ada rasa takut, ketidakpastian, ketidakberdayaan, dan keputusasaan yang meningkat. Sejumlah Saudara kita dalam Ordo meninggal dunia karena Covid-19. Yang lainnya menderita sakit parah dan menghabiskan waktu di rumah sakit. Yang lain lagi menghabiskan waktunya di karantina, terisolasi dari para saudara lain di komunitas. Bahkan pekerjaan kita, pelayanan kita di paroki, asrama, panti asuhan, sekolah, retret, dsbnya telah terganggu oleh pandemi ini. Tak hanya itu. Syarat perjalanan pun makin rumit dan mahal. Kita alami juga di sini. Terutama, dirasakan oleh para saudara yang ambil cuti tahun ini. Syarat utama harus sudah menerima vaksin, lalu tes PCR yang harganya mahal dengan durasi waktu yang singkat. Ada saudara yang batal atau tunda perjalanan karena positif Covid-19 saat berangkat, atau masa laku PCR sudah habis, maka harus tes ulang. Tentu ini memakan waktu dan biaya. Dalam kegiatan formasio juga tidak bisa dijalankan sesuai rencana. Karena ternyata menjelang hari H beberapa formandi terpapar Covid-19, mesti dikarantina 14 hari. Dan saya sendiri, tidak bisa menerima Kaul Pertama dari para Saudara yang selesai tahun novisiat, juga perpanjangan kaul dari para Saudara Muda karena masih isolasi mandiri setelah pulang dari Kapitel Umum Ordo. Ada calon yang mau masuk Prapostulat memilih batal masuk karena ia tidak mau divaksin sebagai salah satu syarat perjalanan.

Dalam situasi sulit seperti ini, kita perlu menemukan cara baru untuk bersama, menemukan momen di mana kita dapat berbagi kesulitan dan frustrasi yang kita alami, sambil tetap setia pada Protokol Kesehatan untuk kebaikan bersama. Santo Fransiskus mengingatkan kita dalam ADnya: “Di mana pun saudara-saudara berada dan bertemu, hendaklah mereka menunjukkan bahwa mereka satu sama lain merupakan saudara sekeluarga. Maka yang satu hendaknya dengan leluasa menyatakan kebutuhannya kepada yang lain; karena jika seorang ibu mengasuh dan mengasihi anaknya yang badani, betapa lebih saksama lagi seorang saudara harus mengasihi dan mengasuh saudaranya yang rohani” (AngBul VI:7-8).

Marilah kita mengulurkan tangan untuk merangkul saudara dan saudari kita, berbagi waktu dan sumber daya kita yang berharga dengan mereka yang paling membutuhkan sebagai tanda yang jelas bahwa kita semua terhubung, kita semua adalah anggota satu keluarga Tuhan, saudara dan saudari yang berjalan bersama di jalan yang menuntun kita menuju kepenuhan Kerajaan Allah di sini dan di akhirat. Dalam kata-kata Paus Fransiskus, semoga tragedi pandemi Covid-19 membantu menghancurkan “kepastian yang salah dan berlebihan di mana kita membangun jadwal harian kita, proyek kita, kebiasaan dan prioritas kita … sampai pada kesadaran bahwa kita adalah bagian dari satu sama lain, bahwa kita adalah saudara satu sama lain ”(Fratelli Tutti! 32).

Informasi:
1. Retret Tahunan para Saudara Tua Provinsi FDD 2021.
Rencana awal, Retret dilaksanakan di Rumah Retret Santa Klara Sentani, 14-19 September 2021, tema: The Risen Religious, pendamping Ibu Linda (Denpasar), lihat Surat Persaudaraan Mei 2021. Rencana ini BATAL, karena Pendemi Covid-19 yang tidak menentu. Retret tahunan itu tetap ada dengan tema: PRIBADI YANG BERKUALITAS DAN MATANG ADALAH DASAR MEMBANGUN PERSAUDARAAN YANG TANGGUH. Bahan disusun oleh Komisi Spiritualitas Provinsi Fransiskus Duta Damai. Tempat pelaksanaan: di Gardianat/Komunitas masing-masing. Waktu 14-19 September atau waktu yang cocok bagi gardianat/komunitas. Segala biaya ditanggung oleh grdianat/komunitas itu sendiri. Karena pasti meninggalkan tugas, maka para saudara yang bekerja di paroki atau instasi tertentu, mohon minta izin/informasi ke Pastor Dekan atau atasan instasi.
2. Tentang Kapitel Umum Ordo, dapat Saudara-saudara baca pada: 1) Laporan saya Dari hari ke Hari yang telah saya cetak dan dibagikan ke Gardianat/komunitas-komunitas; 2) Dokumen Kapitel Umum OFM 2021, diterjemahkan oleh Sdr. Kons Bahang, dan telah dibagikan di WAgrup OFM FDD Papua.
3. “Sesudah Tuhan memberi aku sejumlah saudara, … aku harus hidup menurut pola Injil Suci” (Was 14)

Prapostulan: 6
1. Yanuarius Bariak Manhitu
2. Yafet Sapan Duapadang
3. Marius Antonius Letsoin
4. Yosep Far-Far Kameubun
5. Michael Ferdi Resubun
6. Maurits Peter Kameubun

Postulan: 9
1. Rafael Y Febohoi
2. Faustinus Gunawan Rumlus
3. Hendrikus Ugipa
4. Hieronimus Yomi Ondo Aban
5. Mario Yanwarin
6. Odorikus Blido
7. Paskalis Dimas Hungan Faustinus
8. Patrisius Sintus Klau Siku
9. Stefanus Salu

Novis: 11
1. Abika Lengka
2. Adelbertus Kau Nana
3. Adrianus Lisan.
4. Agustinus Agon
5. Antonius Sudarso
6. Febronius Adur
7. Fredi Marian
8. Gregorius Dalang.
9. Hendrikus Tio Borlak.
10. Henki Marselus Meak.
11. Leonardus Bu’u

Kaul Pertama: 9
1. Sdr. Agustinus Tibo
2. Sdr. Aventus Daro
3. Sdr. Fenansius Godin
4. Sdr. Gabriel Ongirwalu
5. Sdr. Kristoforus Darsono
6. Sdr. Lorensius Hambu
7. Sdr. Maksimus Agur
8. Sdr. Mikhael Alfonso Ngamel
9. Sdr. Siprianus Sargun

Bersama Santo Fransiskus kita berdoa:
Allah Yang Mahakuasa, Mahakudus,
Mahatinggi dan Mahaluhur,
Engkaulah segala kebaikan,
paling baik, seluruhnya baik,
hanya Engkau sendiri yang baik;
kepada-Mu kami kembalikan segala pujian,
segala kemuliaan, segala rahmat,
segala kehormatan, segala pujian
serta segalanya yang baik.
semoga, semoga, ya amin. (Pujian Yang Diucapkan Pada Semua Waktu Ibadat, ay 11)

Jayapura, Pesta Santa Monika 27 Agustus 2021
Sdr. Gabriel Ngga OFM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 − three =