Surat Persaudaraan Februari-Maret 2022

Surat Persaudaraan Februari & Maret 2022
Saudara-Saudara terkasih.
Salam Damai dan segala Kebaikan Tuhan bagi kita semua.
Kita berada dalam Masa Prapaskah. Masa membina tobat (KL109), dan amat dianjurkan oleh Gereja untuk melakukan kegiatan pendalaman iman, puasa, pantang, dan amal. Kita bagian tak terpisahkan dari Gereja. Maka kita mewajibkan diri kita sendiri untuk menghayati pokok yang dianjurkan oleh Gereja tersebut. Penghayatan kita atas Masa Prapaskah ini mesti memberi dampak yang menggembirakan baik bagi diri kita dalam berelasi dengan Tuhan, maupun dalam berelasi dengan sesama. Keeratan berelasi dengan Tuhan mesti nampak dalam kesetiaan dalam hidup doa bersama dan doa pribadi. Kedekatan dengan Tuhan ini mesti memberi pengaruh yang menggembira kepada orang di sekitar kita, terutama bagi mereka yang terpinggirkan dalam kehidupan social bermasyarakat. Bukankah tahun ini bagi kita merupakan tahun bermisi ke pinggiran? Orang-orang pinggiran itu tidak jauh. Mereka ada di dekat kita.
Selain pokok di atas kiranya perlu juga mendapat perhatian kita di masa tobat ini untuk beberapa pokok berikut:
1) Penggunaan Media Sosial (medsos). Semua kita hidup dalam arus ini, entah melalui handphone (HP) atau melalui Komputer. Fasilitas-fasilitas ini amat penting saat ini. Tidak saja untuk keperluan kantor, komunikasi, perkuliahan, pertemuan-pertemuan bahkan juga untuk liturgi. Penggunaan wifi dan pulsa data memungkinkan kita bisa menggunakan fasilitas-fasilitas ini dan juga kita bisa browsing apa saja yang kita mau. Baik yang baik dan berguna maupun hal-hal yang amat bertentangan dengan kehidupan panggilan kita sebagai religious. Maka baiklah pada masa “retret agung” ini, kita jujur melihat diri, lalu membangun tobat kalau memang selama ini fasilitas-fasilitas itu sering disalahgunakan. Ingat, penyalahgunaan media sosial, tidak saja dosa secara moral, tapi juga kejahatan (cyber crime) yang dapat dijerat hukum. Statuta kita juga menegaskan agar kita menggunakan fasilitas-fasilitas ini secara ugahari (Art.20 §1).
2) Pemakaian Pendapatan. Kita memperolehnya dalam berbagai bentuk. Ada honor, gaji, stipendia, dan juga dari peliharaan kita di komunitas entah itu karena kesepakatan bersama atau karena hoby pribadi. Semuanya ini diperuntukkan bagi kesejahteraan kita bersama. Sebab kita hidup dalam Persadaraan (KonsUm Art 1 §1; Art 87 §1; AngBul 8,1;12,3; AngTBul 5, 4; 18, 2; 19, 2; Was 27 & 33). Lagi pula kita tidak mempunyai milik pribadi (AngBul I:1; AngTBul I:1). Kita memprofesikan hal ini: “…. tanpa milik….” Dalam kenyataan, kita sering jatuh dalam kecenderungan manusiawi kita. Tidak semua yang kita peroleh atau kita pelihara diserahkan ke Persaudaraan. Bahkan ketika terjadi perpindahan, semua ternak yang ada di komunitas yang sehari-hari dipelihara oleh penghasilan komunitas juga ikut “berpindah”, entah ke mana. Rupanya hal seperti ini juga terjadi pada zaman Bapak Pendiri kita. Nasihatnya kepada umat beriman, secara khusus kepada orang yang sering berlaku curang dalam soal harta benda, dapat menjadi bahan refleksi untuk kita juga. Orang itu rupanya sudah mendekati ajalnya. Terjadi dialog antara imam dan dia sbb: “Mereka segera memanggil seorang imam; imam itu berkata kepadanya, “Maukah engkau menerima tapa-denda atas semua dosamu?” Ia menjawab, “Saya mau”. “Maukah engkau, sejauh engkau dapat, memakai hartamu untuk memulihkan pelanggaran serta penipuan dan kecurangan yang kauperbuat terhadap orang lain?” Jawabnya, “Tidak.” Tanya imam, “Mengapa tidak?” “Sebab segalanya sudah saya serahkan ke dalam tangan sanak-saudara dan kawan-kawanku.” Bicaranya mulai melemah, dan matilah orang yang malang itu” (2SurBerim 77-81).
Beberapa himbauan dan informasi.
1) Kronik dan Risalah Sidang Setempat. Dalam Statuta Provinsi kita ditetapkan bahwa Provinsi dan setiap Gardianat harus memiliki Buku Kronik dan arsip risalah sidang setempat (Art. 19 §1). Tujuannya ialah agar peristiwa-peristiwa penting tidak hilang tak berbekas, tapi dicatat, dan akan diperlihatkan kepada Visitator General dan Minister Provinsi pada saat kunjungan resmi (Art. 19 § 3). Jadi, peristiwa-peristiwa penting itu dicatat di dalam buku dan diarsipkan. Bukan di WAgrup atau dalam komputer. Mari kita tingkatkan semangat ini.
2) Pergeseran tugas pelayanan para Saudara. Ada beberapa Saudara yang masa tugas pelayanannya di paroki atau pada instansi tertentu akan berakhir pada tahun 2022 ini atau pada awal tahun2023. Mengingat tidak begitu mudah melakukan pergeseran menjelang Kapitel Provinsi (Kapitel pemilihan Dewan Pimpinan Baru) pada bulan September 2023, maka Definitorium dalam rapatnya pada tanggal 03-05 Maret 2022 memutuskan untuk menunda semua perpindahan setelah Kapitel Provinsi 2023, kecuali jika ada yang bersifat darurat/mendesak. Perlu menata kesabaran bagi para Saudara yang mungkin sudah mulai jenuh di tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang lama pula.
3) Pedoman dan Statuta Khusus:
1. Statuta Khusus Formasi dan Studi
2. Pedoman Pastoral Panggilan
3. Pedoman Ongoing Formation
4. Pedoman Tahun Orientasi Karya
5. Statuta Khusus Misi dan Evangelisasi
6. Pedoman Gardian
7. Pedoman Pastoral Fransiskan
8. Statuta Khusus KPKC
9. Pedoman Keuangan dan Harta Benda
10. Pedoman Penyelenggaraan Kapitel
Terima kasih kepada para Saudara yang telah mengerjakan dan memasukkan draft pedoman-pedoman dan Statuta Khusus tersebut. Kami mengharapkan agar pada bulan Juni 2022 sudah selesai secara sempurna. Pedoman-pedoman yang dibuat oleh Kuria agar disempurnakan dengan memasukkan kekhasan Provinsi kita yang tertuang dalam Statuta Provinsi dan hasil Keputusan Kapitel.

4) Tahbisan. a) Sdr. Daniel Gobay OFM akan ditahbiskan imam pada tanggal 08 Mei. Direncanakan akan dilaksanakan di Gereja Katedral Jayapura; b) Sdr. Theo Tepa OFM direncanakan akan ditahbiskan diakon di Agats pada tanggal 31 Mei 2022.
Mari kita doakan agar semua rencana ini terlaksana sesuai kehendak-Nya.
5) Kembali. Sdr. David Dapi OFM dan Sdr. Ino Ngari OFM akan kembali dari Roma tanggal 02 April 2022. Kedua Saudara ini akan tinggal di Rumah Pendidikan Sang Surya, Abepura.

Jayapura, 08 Maret 2022
Sdr. Gabriel Ngga OFM
Minister Provinsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 3 =