Sejarah Novisiat La Verna

Sejarah Novisiat La Verna

Novisiat La Verna beralamat di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Novisiat La Verna termasuk di dalam wilayah Paroki Sang Penebus Sentani, Keuskupan Jayapura. rumah Novisiat berdampingan dengan komunitas karya St. Antonius, Komunitas Prapostulat, dan SKPKC fransiskan Papua.

Novisiat La Verna secara resmi dimulai pada tanggal 15 juli 1985 dengan magister pertama Sdr. Bert Hagendoorn, OFM. Sejak berdirinya sampai tahun 1994, novisiat tidak dijalankan setiap tahun tetapi bergantian dengan pembinaan postulan. Pada tahun 1994 Sdr. Gabriel Ngga diangkat menjadi magister. Sejak saat itu sampai sekarang novisiat dijalankan setiap tahun. Adapun magister berturut-turut adalah sebagai berikut:
1. Sdr. Gabriel Ngga OFM:1994-1996, dengan 4 bulan tersisa dilanjutkan oleh Sdr. Henk van Mastright,OFM
2. Sdr. Anton Belau,OFM; 1996-1997
3. Sdr. Lamber Nita, OFM; 1998-2000
4. Sdr. Gabriel Ngga, OFM: Juli 2001- Juli 2005
5. Sdr. Hendrik Seta, OFM: Agustus 2005- September 2009
6. Sdr. Yonas Purnama, OFM: September 2009- Juli 2012
7. Sdr. Tarsi Lengari, OFM: Januari 2013- Juli 2019
8. Sdr. Lamber Klau, OFM: Agustus 2019- Juli 2020
9. Sdr. Tarsi Lengari, OFM: Agustus 2020- sekarang

Pendirian NOvisiat La Verna dilatarbelakangi oleh beberapa hal: pertama, karena pada masa itu Fransiskan Papua masih berstatus Kustodi dependen yang bernaung di bawah Fransiskan Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia. Mulai dirasa perlu untuk memulai Novisiat ketika ada mulai langkah baru menuju kustodi otonom. Kedua, biaya untuk mengirim Saudara novis ke Provinsi Indonesia cukup mahal, tetapi juga jarak antara Jakarta dan Jayapura yang cukup jauh. Terakhir, tersedianya tenaga pendamping yang memadai.
Jumlah Saudara Novis setiap tahun cukup stabil, bahkan cenderung meningkat. Pada tahun 2018 ada 4 orang saudara novis, tahun 2019 ada 8 orang novis, dan tahun 2020 yang sedang berjalan ada 12 orang.

Masa Novisiat diatur dalam KHK, kemudian secara konkrit diterjemahkan dalam Konstitusi Umum yang khas dari setiap tarekat. Itulah makanya meski semua tarekat memiliki masa novisiat penekanannya berbeda-beda,  misalnya menyangkut lamanya novisiat, masa kerasulan, aturan hidup, semuanya berbeda. Semua itu sangat dipengaruhi oleh karisma atau spiritulitas yang mau ditanamkan dalam diri para novis.

Tekanan pada hidup Novisiat dari Ordo Fransiskan ialah “agar para novis mengenal serta mengalami pola hidup Fransiskus secara lebih mendalam, membentuk budi dan hati dengan semangat St. Fransiskus dan agar niat dan kelayakan mereka menjadi terbukti, setelah dengan lebih baik panggilan dari Tuhan ditimbang” (bdk KonSum art: 152). Oleh karena itu, selama menjalani masa novisiat para novis akan mencurahkan lebih banyak waktu untuk mempelajari Anggaran Dasar dan Karya-karya St. Fransiskus serta Konstitusi Tarekat. Selain itu, “untuk mengalami cara hidup Fransiskan secara lebih mendalam para novis hendaknya bertekun dalam latihan-latihan kontemplasi, tapa, kemiskinan, persaudaraan, kerja serta pengabdian yang rendah untuk orang zaman kita yang berkekurangan, entah di dalam ataupun di luar” (bdk KonSum art:153). Tekanan-tekanan ini kemudian diterjemahkan dalam aturan hidup Novisiat La Verna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =