In Memoriam Sdr. Frans Lieshout OFM

RIWAYAT HIDUP DAN KARYA SDR. FRANS LIESHOUT OFM-2018  (Tulisan Sdr. Frans Lieshout OFM)

In Memoriam

Sdr. Frans Lieshout ofm

Lahir di Monfoort/Belanda, 15 Januari 1935, anak ke 7 dari 11 bersaudara. Menempuh pendidikan dasar di Gymnasium B. Sdr. Frans kemudian memilih untuk menjadi Fransiskan dan masuk Novisiat OFM pada, 07 September 1955. Mengikrarkan Kaul Pertama pada 08 September 1956 di Venray, kemudian menempuh pendidikan Filsafat pada 1956-1958 di Venray dan Pendidikan Teologi di Alverna 1958-1960. Sdr. Frans mengikrarkan Kaul Meriah di Alverna, 22 Agustus 1960. Pada 01 April 1962 ditahbiskan sebagai Imam Fransiskan dan berpastoral dari 1962-1963 sesudah tahbisan di Belanda.
Sdr. Frans Lieshout OFM menjalankan misi perutusan Fransiskan di Indonesia dan tiba di Irian Jaya (Papua) pada 17 April 1963.
Tugas dan Karya:

  1. Bertugas di Waris sambil belajar Bahasa Indonesia, mengenal medan dan masyarakat Irian Jaya
  2. Sekretaris Pembantu di Kantor Keuskupan Jayapura selama 9 bulan
  3. Wamena, Pastor Paroki Musatfak, 22 April 1964—05 Mei 1967
  4. Bilogai, 05 Mei 1967—Juli 1973
  5. Rektor SPG Teruna Bakti, Waena, Juli 1973—akhir Agustus 1983
  6. Pastor Koordinator 3 Paroki Jayapura kota dari 06 September 1983—Oktober 1985
  7. Dekan Dekenat Jayapura dan Keerom 01 Oktober 1980—Oktober 1985
  8. Wamena, Oktober 1985. dan pada Februari 1986 diangkat sebagai Dekan Jayawijaya
  9. Ketua Badan Kerja Pastoral Persiapan MUSPAS Keuskupan 1975/1976 dan memimpin MUSPAS di Baliem 1976.
  10. Ikut mendirikan PGAK
  11. Menjadi WNI pada 10 Januari 1984
  12. Jayapura, Pastor Katedral pada 1996—2002
  13. Biak, Pastor Paroki pada 2002—2007
  14. Wamena, 2007—20019. Selama di Wamena, Sdr. Frans mengajar Bahasa dan Budaya Baliem. Ia menulis dua buku: Sejarah Gereja Katolik di Lembah Baliem-Papua, pada 2009 dan Kebudayaan Suku Hubula Lembah Baliem-Papua, Mei 2019.
  15. Pada Minggu, 27 Oktober 2019, Perpisahan dengan para saudara OFM di Biara A.P.O.
  16. Tinggalkan Papua pada 28 Oktober 2019 ke Jakarta dan 01/02 November 2019 Pkl. 02.00 dari Jakarta ke Belanda. Kecintaannya akan orang Baliem membuat ia sungguh bahagia dan betah berada di Wamena dan kalau dihitung, kurang lebih 25 tahun menghabiskan sebagian besar waktunya di Wamena. Pada 2016, Sdr. Frans mengalami sakit yang pada mulanya dianggap hal biasa yakni kaki yang bengkak, namun setelah diperiksa barulah diketahui bahwa hal itu diakibatkan oleh kanker prostat; saat diperiksa di RS. Karolus, Jakarta. Sdr. Frans kemudian menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut di Belanda. Cintanya akan Papua dan lebih khusus Wamena membuat Sdr. Frans tidak ingin bertahan lama di Belanda melainkan memilih untuk kembali ke Wamena sambil tetap mengkonsumsi obat yang diberikan dokter padanya. Beberapa kali, Sdr. Frans harus ke Jayapura untuk memeriksa perkembangan kesehatannya. Sebelum memutuskan untuk kembali ke Belanda, Sdr. Frans menjalani cuti pada Juni 2019 sambil memeriksa kesehatannya. Saat kembali ke Papua, Ia harus menjalani Operasi Prostat di RS. Provita dan RSUD. Dok II
  17. Kembali ke Pangkuan Bapa di Surga setelah menyelesaikan segala tugas perutusannya pada, 01 Mei 2020, Peringatan St. Yusuf Pekerja dan Hari Buruh Sedunia, di Komunitas Laverna, Belanda.

Selamat Jalan Sdr. Frans, Bapa Serafik dan rombongan para kudus serta para Malaikat menyambut kedatanganmu, Ia akan mengganjarimu kebahagiaan berkat jasa baik yang telah kau perbuat semasa hidupmu di dunia, doakanlah kami yang masih berziarah di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × five =